Rabu, 27 November 2013

MANFAAT MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Nama               : Rani Alida Simbolon
Semester          : V (Lima)
Mata kuliah     : Media dan Teknologi pembelajaran
Dosen              :  Dr.Yonas Muanley,M.Th
Sumber buku   : Media Pembelajaran , Daryanto : Satu Nusa

PEMANFAATAN MEDIA AUDIO DAN RADIO UNTUK PEMBELAJARAN
 Latar Belakang Pembelajaran
            Proses belajar mengajar (PBM) seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman siswa sehari-hari sehingga materi menjadi sulit diajarkan Guru dan sulit dipahami siswa. Visualisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengkonkritkan sesuatu yang abstrak. Gambar dua dimensi atau model tiga dimensi adalah Visualisasi yang sering dilakukan dalam PBM. Pada era informatika, visualisasi berkembang dalam bentuk gambar bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara (audio).
            Tidak dapat dipungkiri bahwa teknilogi multimedia mampu memberi kesan yang besar dalam bidang media pembelajaran. Hal tersebut karena dapat mengintegerasikan teks, grafik, animasi, audio dan vidio. Multimedia telah mengembangkan proses pengajaran dan pembelajaran ke arah yang lebih dinamik. Namun yang lebih penting ialah pemehaman tentang cara menggunakan teknologi tersebut dengan lebih efektif dan dapat menghasilkan ide-ide untuk pengajaran dan pembelajaran.
            Pada masa kini guru/Dosen perlu mempunyai kemahiran dan keyakinan diri dalam menggunakan teknologi tersebut  dengan cara yang paling berkesan. Suasana pengajarandan pembelajaran yang interaktif, lebih menggalakkan komunikasi aktif antara berbagai hal. Penggunaan komputer multi media dalam proses pengajaran dan pembelajaran adalah dengan tujuan meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran.

PEMANFAATAN MEDIA AUDIO DAN RADIO UNTUK PEMBELAJARAN
A.    PENGERTIAN
            Banyak jenis ICT yang dapat dimamfaatkan sebagai media pembelajaran. Ada yang berbasis komputer (baik yang bersifat Offline maupun yang bersifat online), ada yang berbasis televisi, telepon, dan berbasis audio ataupun radio. Jadi, radio merupakan salah satu jenis ICT yang dapat dimamfaatkan sebagai media pembelajaran. Bagaimana dengan audio ?
            Baik audio maupun radio dua-duanya merupakan media pembelajaran yang berbasis suara tau bunyi. Audio berasal dari kata Audible yang artinya suara yang dapat didengarkan secara wajar oleh telinga manusia. Kemampuan mendengar telinga manusia berada pada daerah frekuensi antara 20 sampai dengan 20.000 Hertz. Di luar itu, manusia tidak mampu lagi mendengarkannya.  Kaitannya dengan audio sebagai media pembelajaran maka suara-suara ataupun bunyi direkan dengan menggunakan alat perekam suara, kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutar. Jika suara atau bunyi tadi diperdengarkan ke peserta didik melalui stasiun pemancar Radio maka media tersebut dikatakan sebagai radio.
            Ada beberapa mamfaat yang akan diperoleh jika guru memamfaatkan media audio ataupun radio sebagai media pembelajaran. Tugas guru akan jauh lebih ringan dibandingkan dengan tanpa menggunakan media ini.ada beberapa kelebihan media radio antara lain daya jangkaunya yang begitu luas hingga mampu menembus seluruh pelosok tanah air. Begitu dipancarkan maka dalam waktu yang bersamaan beribu-ribu bahkan berjuta-juta peserta didik dapat dimamfaatkan sebagai sumber belajar. Tidak seperti televisi, gelombang radio mampu mengatasi hambatan berupa gunung, pepohan ataupun tembik bangunan. Meskipun terhalang gunung, tembok tau pepohonan, jenis gelombang radio tertentu dapat menembusnya sehingga siaran radio dapat dinikmati oleh peserta didik yang tinggal dipelosok-pelosok sekalipun. Harganya relatif murah sehingga pesawaat radio telah dimiliki oleh hampir setiap keluarga Indonesia. jika di suatu daerah tidak adasaluran listrik msks ia dapat dioperasikan dengan baterai yang haragnya relatif terjangkau dan mudah didapat.
            Media radio bersifat komukatif. Jika didengarkan sendirian, siaran radio bagaikan teman. Namun demikian, perlu diingat bahwa media radio merupakan searah. Apabila ada hal-hal yang kurang jelas maka peserta didik tidak bisa bertanya, berdialog ataupun berdiskusi dengan pendidiknya. Padahal dalam kegiatan pembelajaran, proses komunikasi ini, secara periodik harus diprogramkan adanya acara siaran jumpa pendidik dengan peserta didiknya. Acara ini dapat dilakukan melalui acara siaran jumpa peserta didik, melalui telepon, e-mail, SMS, surat menyurat atau dapat juga melalui jumpa langsung dengan pendidik di tempat-tempat yang telah ditentukan guna mendiskusikan kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan melalui siaran.
            Materi yang ada di program audio maupun radio hendaknya mampu memotivasi agar peserta didik tertarik untuk mendengarkan samapai selesai. Sehubungan dengan hal itu, unsur menghibur perlu diperhatikan tentunya agar peserta didik tidak bosan dan senang mendengarkannya sampai program selesai. Adanya jadwal tatap muka. Pertemuan antara pendidik dan pesertadidiknya guna mendiskusikan berbagai kesulitan yang ditemui dalam mempelajari materi pembelajaran yang dikemas dalam media audio. Berbagai jenis alat penyimpanan file audio, antara lain piringan hitam (PH), kaset, CD dan DVD, MP3, Audio Digital (WAV), radio dan Audio Streaming.


MODEL PEMANFAATAN MEDIA AUDIO UNTUK PEMBELAJARAN
            Sebagai media pembelajaran, ada bebrapa model atau polapembelajaran dengan memamfaatkan media audio. Dalam hal ini, ada tiga model utama yang perlu diketahui. Model pertama terintegrasi dengan media cetak, model kedua terintegrasi denga kegiatan pembelajaran di kelas, dan model ke tiga dimanfaatkan secara berdiri sendiri sebagai media audio interaktif. Untuk model pertama dan ketiga dapat dimanfaatkan secara individual ataupun secara kelompok. Tempat pemanfaatannya bisa di mana saja dan kapan saja tergantung kebutuhan.
            Ada beberapa model pemamfaatan media audio untuk pembelaran diantaranya sebagi berikut :
1.      Terintegrasi dengan media cetak (buku/ modul)
2.      Pemamfatannya diintegrasikan dengan cetak (bisa berupa buku atau media cetak lainnya)
3.      Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, peserta didik dituntut harus sabar dan teliti karena peserta didik harus bolak-balik antara mematikan audio untuk melihat ke modulnya atau menutup modul kembali memutar dan menyimak audionya.
4.      Pengintegrasiannya dapat secra murni (pure) , tetapi bisa juga semi terintegrasi.
5.      Untuk pengintegrasian yang sifatnya murni,mayoritas materi pembelajaran ada di media audio.
6.      Materi yang ada di media audio untuk pelajaran bahasa inggriss misalnya : cara membaca wacana (reading), vocabulary, speaking dll.

Kesimpulan :
            Jadi, Audio dan radio merupakan salah satu komponen yang berbasis suara yang efektif dan membantu para pendidik jika dimamfaatkan sebagai media pembelajaran.


Dan sebagai Guru PAK khusunya yang sudah bernaung di dalam Konsentrasi tersebut haruslah berkewajiban untuk memfasilitasi peserta didik agar mereka dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan maksimal.