Nama : Rani Alida Simbolon
Semester : V (Lima)
Mata kuliah : Media dan Teknologi pembelajaran
Dosen :
Dr.Yonas Muanley,M.Th
Sumber buku : Media Pembelajaran , Daryanto : Satu Nusa
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO DAN RADIO
UNTUK PEMBELAJARAN
Latar Belakang
Pembelajaran
Proses belajar mengajar (PBM)
seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman siswa
sehari-hari sehingga materi menjadi sulit diajarkan Guru dan sulit dipahami
siswa. Visualisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
mengkonkritkan sesuatu yang abstrak. Gambar dua dimensi atau model tiga dimensi
adalah Visualisasi yang sering dilakukan dalam PBM. Pada era informatika,
visualisasi berkembang dalam bentuk gambar bergerak (animasi) yang dapat
ditambahkan suara (audio).
Tidak dapat dipungkiri bahwa
teknilogi multimedia mampu memberi kesan yang besar dalam bidang media
pembelajaran. Hal tersebut karena dapat mengintegerasikan teks, grafik,
animasi, audio dan vidio. Multimedia telah mengembangkan proses pengajaran dan
pembelajaran ke arah yang lebih dinamik. Namun yang lebih penting ialah
pemehaman tentang cara menggunakan teknologi tersebut dengan lebih efektif dan
dapat menghasilkan ide-ide untuk pengajaran dan pembelajaran.
Pada masa kini guru/Dosen perlu
mempunyai kemahiran dan keyakinan diri dalam menggunakan teknologi
tersebut dengan cara yang paling
berkesan. Suasana pengajarandan pembelajaran yang interaktif, lebih
menggalakkan komunikasi aktif antara berbagai hal. Penggunaan komputer multi
media dalam proses pengajaran dan pembelajaran adalah dengan tujuan
meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran.
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO DAN RADIO
UNTUK PEMBELAJARAN
A. PENGERTIAN
Banyak jenis ICT yang dapat
dimamfaatkan sebagai media pembelajaran. Ada yang berbasis komputer (baik yang
bersifat Offline maupun yang bersifat online), ada yang berbasis televisi,
telepon, dan berbasis audio ataupun radio. Jadi, radio merupakan salah satu
jenis ICT yang dapat dimamfaatkan sebagai media pembelajaran. Bagaimana dengan audio
?
Baik audio maupun radio dua-duanya
merupakan media pembelajaran yang berbasis suara tau bunyi. Audio berasal dari
kata Audible yang artinya suara yang dapat didengarkan secara wajar oleh
telinga manusia. Kemampuan mendengar telinga manusia berada pada daerah
frekuensi antara 20 sampai dengan 20.000 Hertz. Di luar itu, manusia tidak
mampu lagi mendengarkannya. Kaitannya
dengan audio sebagai media pembelajaran maka suara-suara ataupun bunyi direkan
dengan menggunakan alat perekam suara, kemudian diperdengarkan kembali kepada
peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutar. Jika suara atau bunyi
tadi diperdengarkan ke peserta didik melalui stasiun pemancar Radio maka media
tersebut dikatakan sebagai radio.
Ada beberapa mamfaat yang akan
diperoleh jika guru memamfaatkan media audio ataupun radio sebagai media
pembelajaran. Tugas guru akan jauh lebih ringan dibandingkan dengan tanpa
menggunakan media ini.ada beberapa kelebihan media radio antara lain daya
jangkaunya yang begitu luas hingga mampu menembus seluruh pelosok tanah air.
Begitu dipancarkan maka dalam waktu yang bersamaan beribu-ribu bahkan
berjuta-juta peserta didik dapat dimamfaatkan sebagai sumber belajar. Tidak
seperti televisi, gelombang radio mampu mengatasi hambatan berupa gunung, pepohan
ataupun tembik bangunan. Meskipun terhalang gunung, tembok tau pepohonan, jenis
gelombang radio tertentu dapat menembusnya sehingga siaran radio dapat
dinikmati oleh peserta didik yang tinggal dipelosok-pelosok sekalipun. Harganya
relatif murah sehingga pesawaat radio telah dimiliki oleh hampir setiap
keluarga Indonesia. jika di suatu daerah tidak adasaluran listrik msks ia dapat
dioperasikan dengan baterai yang haragnya relatif terjangkau dan mudah didapat.
Media radio bersifat komukatif. Jika
didengarkan sendirian, siaran radio bagaikan teman. Namun demikian, perlu
diingat bahwa media radio merupakan searah. Apabila ada hal-hal yang kurang
jelas maka peserta didik tidak bisa bertanya, berdialog ataupun berdiskusi
dengan pendidiknya. Padahal dalam kegiatan pembelajaran, proses komunikasi ini,
secara periodik harus diprogramkan adanya acara siaran jumpa pendidik dengan
peserta didiknya. Acara ini dapat dilakukan melalui acara siaran jumpa peserta
didik, melalui telepon, e-mail, SMS, surat menyurat atau dapat juga melalui
jumpa langsung dengan pendidik di tempat-tempat yang telah ditentukan guna
mendiskusikan kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam memahami materi
pembelajaran yang disampaikan melalui siaran.
Materi yang ada di program audio
maupun radio hendaknya mampu memotivasi agar peserta didik tertarik untuk
mendengarkan samapai selesai. Sehubungan dengan hal itu, unsur menghibur perlu
diperhatikan tentunya agar peserta didik tidak bosan dan senang mendengarkannya
sampai program selesai. Adanya jadwal tatap muka. Pertemuan antara pendidik dan
pesertadidiknya guna mendiskusikan berbagai kesulitan yang ditemui dalam
mempelajari materi pembelajaran yang dikemas dalam media audio. Berbagai jenis
alat penyimpanan file audio, antara lain piringan hitam (PH), kaset, CD dan
DVD, MP3, Audio Digital (WAV), radio dan Audio Streaming.
MODEL PEMANFAATAN MEDIA AUDIO UNTUK
PEMBELAJARAN
Sebagai media pembelajaran, ada
bebrapa model atau polapembelajaran dengan memamfaatkan media audio. Dalam hal
ini, ada tiga model utama yang perlu diketahui. Model pertama terintegrasi
dengan media cetak, model kedua terintegrasi denga kegiatan pembelajaran di
kelas, dan model ke tiga dimanfaatkan secara berdiri sendiri sebagai media
audio interaktif. Untuk model pertama dan ketiga dapat dimanfaatkan secara
individual ataupun secara kelompok. Tempat pemanfaatannya bisa di mana saja dan
kapan saja tergantung kebutuhan.
Ada beberapa model pemamfaatan media
audio untuk pembelaran diantaranya sebagi berikut :
1. Terintegrasi
dengan media cetak (buku/ modul)
2. Pemamfatannya
diintegrasikan dengan cetak (bisa berupa buku atau media cetak lainnya)
3. Untuk
memperoleh hasil belajar yang maksimal, peserta didik dituntut harus sabar dan
teliti karena peserta didik harus bolak-balik antara mematikan audio untuk
melihat ke modulnya atau menutup modul kembali memutar dan menyimak audionya.
4. Pengintegrasiannya
dapat secra murni (pure) , tetapi bisa juga semi terintegrasi.
5. Untuk
pengintegrasian yang sifatnya murni,mayoritas materi pembelajaran ada di media
audio.
6. Materi
yang ada di media audio untuk pelajaran bahasa inggriss misalnya : cara membaca
wacana (reading), vocabulary, speaking dll.
Kesimpulan
:
Jadi,
Audio dan radio merupakan salah satu komponen yang berbasis suara yang efektif
dan membantu para pendidik jika dimamfaatkan sebagai media pembelajaran.
Dan
sebagai Guru PAK khusunya yang sudah bernaung di dalam Konsentrasi tersebut
haruslah berkewajiban untuk memfasilitasi peserta didik agar mereka dapat
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar